JAKARTA - PT Merpati Nusantara Airlines kian terpuruk akibat utang yang terus menggunung dan keuangan kian memburuk. Serentetan rencana penyelamatan terus didegungkan. Berhasil atau tidak, waktu yang akan membuktikan.
Tak hanya Merpati, sejumlah maskapai penerbangan nasional juga banyak yang bermasalah, dan akhirnya ditutup, antara lain:
Bouroq Indonesia AirlinesMulai Operasi: 1970
Pendiri: JA Sumendap
Berhenti Operasi: 2005
Sempati Air Mulai Operasi: 2000
Pendiri: Tri Usaha Bhakti Nusamba (Bob Hasan), Humpuss (Hutomo Mandala Putra)
Berhenti Beroperasi: 5 Juni 1998
Star AirMulai Operasi: 2000
Pendiri: Ale Sugiarto
Berhenti Operasi: 2008
Linus AirwaysMulai Operasi: Februari 2008
Pendiri: Julius Indra
Berhenti Operasi: 27 April 2009
Adam AirMulai Operasi: 19 Desember 2003
Pendiri: Sandra Ang dan Agung Laksono
Berhenti Operasi: 18 Maret 2008
Awair Mulai Operasi: 2000
Pendiri: KH Abdurahman Wahid dan empat pengusaha lain
Berhenti Operasi: 2001
Indonesia AirlinesMulai Operasi: Maret 2001
Pendiri: Rudy Setyopurnomo dan sejumlah investor
Berhenti Operasi: 2003
Mandala AirlinesMulai Operasi: 17 April 2001
Pendiri: Kolonel Sofkar, Mayjen Raden Soerjo, Adil Aljol, Mayor (AU) Soegandi Partosoegondo, Kasbi Indradjanoe dan Darwin Ramli
Berhenti Operasi: April 2012 setelah diambil alih Saratoga Group-Tiger Airways
Jatayu AirlinesMulai Operasi: 15 Mei 2001
Pendiri: Wiryanto Lie
Berhenti Operasi: April 2008
Batavia AirMulai Operasi: 5 Januari 2012
Pendiri: Yudiawan Tansari
Berhenti Operasi: 30 Januari 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar